Skip to main content

Lalat Buah, Hama Pengganggu Budidaya Mentimun

lalat buah
Salah satu hama yang sering mengganggu budidaya mentimun adalah lalat buah. Jenis lalat ini menyerang mentimun muda untuk bertelur. Gejala serangannya, daging buah yang terserang tampak abnormal dan membusuk.

Hama ini banyak menyerang pertanaman di musim hujan, lalat betina menusuk buah untuk meletakkan telurnya. Apabila buah rontok akan terlihat luka berupa titik titik tusukan. Setelah buah dibelah akan tampak biji biji hitam, busuk dan belatung. Seminggu berikutnya belatung ini melentingkan diri masuk ke tanah. Selanjutnya, ia berubah menjadi pupa yang kemudian menjadi lalat buah muda.

Pada buah yang terserang hama ini ditemukan lubang titik cokelat kehitaman pada pangkalnya, tempat serangga dewasa memasukkan telur. Telur telur ini biasa diletakkan pada buah yang agak tersembunyi dan tidak terkena sinar matahari langsung, yaitu pada buah yang agak lunak dengan permukaan agak kasar. Larva membuat saluran di dalam buah dengan memakan daging buah serta menghisap cairan buah dan menyebabkan terjadi infeksi oleh OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) lain, buah menjadi busuk dan jatuh ke tanah sebelum larva berubah menjadi pupa.
Tanaman inangnya adalah tanaman sayuran, yaitu mentimun, semangka, gambar, paria dan buah buahan seperti jambu air, jambu biji, belimbing, mangga, nangka, jeruk dan melon.

Di dalam budidaya mentimun, pencacahan atau pembongkaran tanah sekitar tanaman membuat kepompong yang berada di dalam tanah terkena sinar matahari, terganggu siklus hidupnya dan akhirnya mati. Pencegahan dari hama ini dapat dilakukan dengan memberikan udara segar bagi buah yang berlum terserang, terutama pada bagian tanaman yang rimbun, sanitasi, baik buah yang gugur maupun yang masih berada di pohon dan sanitasi lingkungan dengan membersihkan semua buah yang rontok di atas tanah. Buah yang terlanjur terserang lalat buah dikumpulkan dan dmusnahkan dengan cara dibakar atau dibenamkan dalam tanah.

Pengendalian mekanis adalah dengan menggunakan perangkap atraktan Metil Eugenol (ME) atau minyak Melaleuca Brachteata (MMB) dengan dosis 1 ml setiap perangkap sebanyak 40 buah per hektar atau 2 buah per 500 m², perangkap dipasang di tengah lahan budidaya mentimun sejak tanaman berumur 2 minggu. Setiap 2 minggu, atraktan pada perangkap diganti.

Pengendali hayati juga dapat dilakukan untuk menanggulangi serangan lalat buah yaitu dengan memanfaatkan musuh alami serangga ini seperti parasitoid famili Braconidae (Biosteres sp dan Opius sp), predator famili Formicidae (semut), Arachnidae (laba laba), Staphylinidae (kumbang) dan Dermaptera (cecopet). Adapun pengendalian kimiawi dilakukan dengan cara menekan populasi hama. Untuk itu gunakan pestisida yang terdaftar dan diizinkan mentri pertanian dan pastikan anda menggunakan dosis sesuai petunjuk.

Comments